THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

Mean arterial pressure / MAP

 Mean arterial pressure / MAP

Berapa MAP normal?

MAP normal adalah antara 70–100 mmHg

MAP di atas 100 mmHg dianggap tinggi dan dapat mengindikasikan risiko serangan jantung, gagal ginjal, atau gagal jantung.

MAP adalah tekanan rata-rata dalam arteri selama satu siklus jantung penuh (sistol dan diastol). MAP mencerminkan tekanan perfusi organ, terutama ginjal, otak, dan jantung.


🔢 Rumus MAP

MAP=13Sistolik+23Diastolik\text{MAP} = \frac{1}{3} \text{Sistolik} + \frac{2}{3} \text{Diastolik}

Atau bisa juga:

MAP=Diastolik+13(SistolikDiastolik)\text{MAP} = \text{Diastolik} + \frac{1}{3}(\text{Sistolik} - \text{Diastolik})

📝 Contoh:
Jika tekanan darah adalah 120/80 mmHg:

MAP=80+13(12080)=80+13(40)=80+13.3=93.3 mmHg\text{MAP} = 80 + \frac{1}{3}(120 - 80) = 80 + \frac{1}{3}(40) = 80 + 13.3 = 93.3 \text{ mmHg}

🎯 Target MAP dalam Praktek Klinis

KondisiTarget MAP
Normal70–100 mmHg
Syok septik (sepsis guidelines)≥ 65 mmHg
Cedera otak traumatik (TBI)80–100 mmHg (agar perfusi otak cukup)
Gagal ginjal akut≥ 65–70 mmHg (untuk perfusi ginjal optimal)

❗ Kenapa MAP Penting?

Karena MAP menentukan seberapa cukup organ vital mendapatkan darah (dan oksigen)

MAP yang terlalu rendah → perfusi organ turun → risiko kerusakan ginjal, otak, jantung, dan organ lainnya.


⚠️ MAP Rendah (< 65 mmHg) Mungkin Menandakan:

  • Hipovolemia

  • Syok septik

  • Syok kardiogenik

  • Obstruksi vaskular (misal: emboli paru masif)

  • Penggunaan obat antihipertensi/vasodilator berlebihan


💉 Intervensi Jika MAP < Target:

  1. Cairan intravena (resusitasi cairan)

  2. Vasopressor (misalnya norepinefrin, dopamin)

  3. Inotropik jika curah jantung rendah

  4. Cari dan atasi penyebab utama (sepsis, perdarahan, gagal jantung, dll.)

ALGORITMA

ALGORITMA MANAJEMEN BERDASARKAN MAP

🔹 1. Evaluasi Awal

  • Ukur tekanan darah (TD) dan hitung MAP

  • Identifikasi tanda-tanda syok/perfusi buruk:

    • Hipotensi (MAP < 65 mmHg)

    • Takikardia

    • Laktat > 2 mmol/L

    • Oliguria (<0.5 mL/kg/jam)

    • Kulit dingin, kesadaran menurun


🔹 2. Apakah MAP < 65 mmHg?

YA: MAP < 65 mmHg → SYOK

→ Lanjutkan ke langkah 3

TIDAK: MAP ≥ 65 mmHg

Evaluasi perfusi organ lain (output urin, laktat, GCS)
→ Jika perfusi adekuat → observasi dan rawat lanjut


🔹 3. Mulai Resusitasi Cairan

  • Berikan fluid challenge:
    ➤ Kristaloid 250–500 mL (anak-anak: 20 mL/kg) dalam 10–15 menit
    ➤ Ulangi jika perlu hingga 30 mL/kg total (jika tidak ada overload)

  • Sambil pantau:

    • MAP

    • Laktat

    • Tanda vital

    • Urine output

    • Respons klinis


🔹 4. Evaluasi Respons Terhadap Cairan

MAP naik ≥ 65 mmHg dan perfusi membaik

→ Lanjutkan cairan bila perlu
→ Pantau terus MAP & output urin

Tidak responsif (MAP tetap < 65 atau perfusi tidak membaik)

→ Lanjut ke langkah 5


🔹 5. Mulai Vasopressor

  • Norepinefrin (first-line): dosis awal 0.05–0.1 mcg/kg/menit

  • Tujuan: MAP ≥ 65 mmHg

  • Jika syok refrakter:

    • Tambahkan vasopresor lain (vasopresin, adrenalin)

    • Pertimbangkan inotropik (dobutamin) jika curah jantung rendah


🔹 6. Cari dan Atasi Penyebab Syok

Jenis SyokTatalaksana Spesifik
HipovolemikKontrol perdarahan, cairan, transfusi
SeptikAntibiotik awal, kontrol infeksi
KardiogenikInotropik, reperfusi (jika STEMI), ECMO
ObstruktifPerbaiki penyebab (misalnya tamponade, emboli paru)

🔹 7. Monitoring Lanjutan

  • Pantau:

    • MAP (tujuan ≥ 65 mmHg)

    • Urine output (>0.5 mL/kg/jam)

    • Laktat (turun → perfusi membaik)

    • Gas darah (pH, pCO₂, HCO₃⁻)

    • Tanda vital dan kesadaran

  • Gunakan alat bantu:

    • USG bedside (untuk fungsi jantung, status volume)

    • CVP, ScvO₂ jika tersedia

    • Cardiac Output monitoring (jika ICU)


📊 Flowchart Singkat

MAP < 65 mmHg? ↓ Fluid Challenge ↓ Responsif? ───────→ YA → Observasi & Lanjut cairan ↓ TIDAK ↓ Mulai Vasopressor ↓ Evaluasi penyebab syok ↓ Terapi spesifik + Monitoring intensif

🧩 Catatan Tambahan

  • Jangan tunda pemberian vasopressor jika pasien tidak responsif pada bolus awal.

  • Gunakan Passive Leg Raise Test (PLR) jika ragu apakah pasien akan merespons cairan.

  • Hindari overload cairan, terutama pada pasien dengan penyakit jantung atau ginjal.


Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?