Mean arterial pressure / MAP
- Get link
- X
- Other Apps
Mean arterial pressure / MAP
Berapa MAP normal?
MAP normal adalah antara 70–100 mmHg
MAP di atas 100 mmHg dianggap tinggi dan dapat mengindikasikan risiko serangan jantung, gagal ginjal, atau gagal jantung.
MAP adalah tekanan rata-rata dalam arteri selama satu siklus jantung penuh (sistol dan diastol). MAP mencerminkan tekanan perfusi organ, terutama ginjal, otak, dan jantung.
🔢 Rumus MAP
MAP=31Sistolik+32DiastolikAtau bisa juga:
MAP=Diastolik+31(Sistolik−Diastolik)📝 Contoh:
Jika tekanan darah adalah 120/80 mmHg:
🎯 Target MAP dalam Praktek Klinis
| Kondisi | Target MAP |
|---|---|
| Normal | 70–100 mmHg |
| Syok septik (sepsis guidelines) | ≥ 65 mmHg |
| Cedera otak traumatik (TBI) | 80–100 mmHg (agar perfusi otak cukup) |
| Gagal ginjal akut | ≥ 65–70 mmHg (untuk perfusi ginjal optimal) |
❗ Kenapa MAP Penting?
Karena MAP menentukan seberapa cukup organ vital mendapatkan darah (dan oksigen).
MAP yang terlalu rendah → perfusi organ turun → risiko kerusakan ginjal, otak, jantung, dan organ lainnya.
⚠️ MAP Rendah (< 65 mmHg) Mungkin Menandakan:
-
Hipovolemia
-
Syok septik
-
Syok kardiogenik
-
Obstruksi vaskular (misal: emboli paru masif)
-
Penggunaan obat antihipertensi/vasodilator berlebihan
💉 Intervensi Jika MAP < Target:
-
Cairan intravena (resusitasi cairan)
-
Vasopressor (misalnya norepinefrin, dopamin)
-
Inotropik jika curah jantung rendah
-
Cari dan atasi penyebab utama (sepsis, perdarahan, gagal jantung, dll.)
ALGORITMA MANAJEMEN BERDASARKAN MAP
🔹 1. Evaluasi Awal
-
Ukur tekanan darah (TD) dan hitung MAP
-
Identifikasi tanda-tanda syok/perfusi buruk:
-
Hipotensi (MAP < 65 mmHg)
-
Takikardia
-
Laktat > 2 mmol/L
-
Oliguria (<0.5 mL/kg/jam)
-
Kulit dingin, kesadaran menurun
-
🔹 2. Apakah MAP < 65 mmHg?
✅ YA: MAP < 65 mmHg → SYOK
→ Lanjutkan ke langkah 3
✅ TIDAK: MAP ≥ 65 mmHg
→ Evaluasi perfusi organ lain (output urin, laktat, GCS)
→ Jika perfusi adekuat → observasi dan rawat lanjut
🔹 3. Mulai Resusitasi Cairan
-
Berikan fluid challenge:
➤ Kristaloid 250–500 mL (anak-anak: 20 mL/kg) dalam 10–15 menit
➤ Ulangi jika perlu hingga 30 mL/kg total (jika tidak ada overload) -
Sambil pantau:
-
MAP
-
Laktat
-
Tanda vital
-
Urine output
-
Respons klinis
-
🔹 4. Evaluasi Respons Terhadap Cairan
✅ MAP naik ≥ 65 mmHg dan perfusi membaik
→ Lanjutkan cairan bila perlu
→ Pantau terus MAP & output urin
❌ Tidak responsif (MAP tetap < 65 atau perfusi tidak membaik)
→ Lanjut ke langkah 5
🔹 5. Mulai Vasopressor
-
Norepinefrin (first-line): dosis awal 0.05–0.1 mcg/kg/menit
-
Tujuan: MAP ≥ 65 mmHg
-
Jika syok refrakter:
-
Tambahkan vasopresor lain (vasopresin, adrenalin)
-
Pertimbangkan inotropik (dobutamin) jika curah jantung rendah
-
🔹 6. Cari dan Atasi Penyebab Syok
| Jenis Syok | Tatalaksana Spesifik |
|---|---|
| Hipovolemik | Kontrol perdarahan, cairan, transfusi |
| Septik | Antibiotik awal, kontrol infeksi |
| Kardiogenik | Inotropik, reperfusi (jika STEMI), ECMO |
| Obstruktif | Perbaiki penyebab (misalnya tamponade, emboli paru) |
🔹 7. Monitoring Lanjutan
-
Pantau:
-
MAP (tujuan ≥ 65 mmHg)
-
Urine output (>0.5 mL/kg/jam)
-
Laktat (turun → perfusi membaik)
-
Gas darah (pH, pCO₂, HCO₃⁻)
-
Tanda vital dan kesadaran
-
-
Gunakan alat bantu:
-
USG bedside (untuk fungsi jantung, status volume)
-
CVP, ScvO₂ jika tersedia
-
Cardiac Output monitoring (jika ICU)
-
📊 Flowchart Singkat
MAP < 65 mmHg?
↓
Fluid Challenge
↓
Responsif? ───────→ YA → Observasi & Lanjut cairan
↓
TIDAK
↓
Mulai Vasopressor
↓
Evaluasi penyebab syok
↓
Terapi spesifik + Monitoring intensif
🧩 Catatan Tambahan
-
Jangan tunda pemberian vasopressor jika pasien tidak responsif pada bolus awal.
-
Gunakan Passive Leg Raise Test (PLR) jika ragu apakah pasien akan merespons cairan.
-
Hindari overload cairan, terutama pada pasien dengan penyakit jantung atau ginjal.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment