THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

MORBIDITY FREQUENCY RATE / MFR

 MORBIDITY FREQUENCY RATE / MFR

Tingkat Kekerapan Kesakitan (Morbidity Frequency Rate – MFR) adalah indeks efisiensi kesehatan kerja yang digunakan dalam bidang K3, khususnya di lingkungan pertambangan dan ESDM. Berikut detailnya:

MFR mengukur frekuensi kejadian sakit karena penyakit (non-kecelakaan) dalam konteks jam kerja, dan biasanya dinyatakan sebagai kasus per 1.000.000 jam kerja.

Rumus resmi menurut Kepdirjen Minerba:

MFR = (Jumlah pekerja yang sakit karena penyakit, tidak termasuk kecelakaan / Jumlah jam kerja kumulatif) × 1.000.000

Contoh Perhitungan

Misalnya:

  • Jumlah pekerja sakit (non-kecelakaan) selama periode: 5 kasus

  • Total jam kerja di periode itu: 1.200.000 jam

Maka:

ini

MFR = (5 / 1.200.000) × 1.000.000 = 4,17 kasus per juta jam kerja

👉 Artinya: ada sekitar 4,17 kejadian sakit per juta jam kerja selama periode tersebut.

Tujuan & Interpretasi

  • Memantau tren kesehatan kerja secara kuantitatif

  • Membandingkan performa antar unit kerja atau periode

  • Nilai lebih rendah menunjukkan lingkungan kerja yang lebih sehat

  • Digunakan bersama metrik lain seperti Crude Morbidity Rate (CMR), Spell Severity Rate (SSR) untuk gambaran menyeluruh

Hubungan dengan Metrik Kesehatan Lain

IndikatorRumus
Crude Morbidity Rate (CMR)(Jumlah pekerja sakit non‑kecelakaan / Total pekerja) × 100% 
Morbidity Frequency Rate (MFR)(Jumlah pekerja sakit non‑kecelakaan / Jam kerja total) × 1.000.000
Spell Severity Rate (SSR)

 Kesimpulan

  • MFR = kasus per juta jam kerja → menyajikan frekuensi kejadian sakit relatif terhadap volume kerja

  • Digunakan untuk pemantauan kesehatan kerja dan benchmarking

  • Cara menghitungnya sederhana, namun interpretasi lebih baik jika dikombinasikan dengan metrik lain

2. Benchmark Umum di Industri Pertambangan

  • Walaupun data khusus untuk MFR di sektor pertambangan Indonesia agak terbatas, data global dan serupa dari sektor K3 memberikan gambaran umum:

    • Di industri pertambangan anggota ICMM (International Council on Mining and Metals), total recordable injuries (TRIFR) rata-rata adalah sekitar 2,6 kejadian per juta jam kerja 

    • Meskipun TRIFR mengukur cedera fisik, ini sering digunakan sebagai patokan untuk memantau kualitas lingkungan kerja secara menyeluruh.

  • Jika disesuaikan, maka MFR yang ideal berada di bawah 5 per 1 juta jam kerja, atau bahkan ≤ 2–3 per juta jam kerja untuk organisasi dengan sistem pengelolaan K3 yang baik.


🧭 3. Interpretasi dan Kategori MFR

Tingkat MFR (per 1 juta jam kerja)KategoriTindakan yang Disarankan
≤ 2 – 3Sangat baik, lingkungan kerja sehatPertahankan dan evaluasi tren kesehatan secara berkala
3 – 5Baik, tapi ada peluang perbaikanAudit kesehatan, pemeriksaan berkala, tindakan preventif
> 5 Waspada, masalah kesehatan mulai nyataInvestigasi akar masalah dan percepatan intervensi medis

📌 4. Rekomendasi Praktis

  1. Hitung MFR secara rutin (bulanan/triwulan) dan petakan pada grafik tren.

  2. Bandingkan antar unit atau lini kerja — temukan kelompok yang memiliki MFR tinggi.

  3. Lakukan intervensi tepat waktu, seperti:

    • Pelatihan K3 dan penyuluhan kesehatan.

    • Pemeriksaan medis berkala (fit to work).

    • Peningkatan fasilitas kerja dan kebersihan lingkungan.

  4. Benchmark terhadap standar global dan sektor sejenis, terutama kalau perusahaan Anda memiliki referensi data TRIFR/MFR.


✅ Kesimpulan

  • MFR “normal” di industri pertambangan biasanya berkisar ≤ 5 per 1 juta jam kerja, dengan target ideal ≤ 2–3 per juta jam kerja.

  • Angka di atas mencerminkan program kesehatan kerja yang kuat dan lingkungan kerja yang kondusif

(Jumlah hari absen karena sakit / Jumlah spell) × 1.000.000

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?