THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

GINA asma 2023

 GINA asma 2023

Pada tahun 2023, Global Initiative For Asthma (GINA) mengeluarkan pedoman terbaru (GINA Strategy Report) untuk diagnosis dan tata laksana asma berdasarkan literatur ilmiah terkini. 

Perubahan penting dalam GINA Strategy Report 2023 mencakup strategi pengobatan untuk orang dewasa dan remaja untuk mengurangi risiko eksaserbasi berat dan meminimalkan efek samping, serta penulisan rencana tindakan asma untuk pasien yang menjalani rejimen pengobatan yang berbeda.

Update Rekomendasi Diagnosis Asma

Asma merupakan penyakit heterogen yang biasanya ditandai dengan inflamasi saluran pernafasan kronik yang dapat diderita oleh anak hingga dewasa. Asma ditandai dengan sesak napas, mengi, batuk, gangguan aliran ekspirasi yang terjadi akibat inflamasi kronis, hiperresponsivitas saluran napas (bronkospasme), hipersekresi mukus, dan remodeling saluran napas yang gejalanya dapat bervariasi pada waktu yang berbeda.

Definisi ini diperoleh melalui konteks berdasarkan pertimbangan karakteristik khas asma sebelum memulai pengobatan dengan kortikosteroid inhalasi (inhaled corticosteroid/ICS), dan yang membedakannya dari kondisi pernapasan lainnya. 

Meski demikian, pembatasan aliran udara dapat menetap di kemudian hari seiring dengan perkembangan penyakit.

Update Rekomendasi Tata Laksana Asma

Tujuan pengobatan asma adalah untuk meringankan dan mengendalikan gejala, mengurangi risiko eksaserbasi berat, dan meminimalkan efek samping pengobatan seperti kortikosteroid oral dan penggunaan SABA yang berlebihan. 

GINA tidak lagi merekomendasikan pengobatan asma hanya dengan SABA saja pada orang dewasa, remaja, dan anak-anak berusia 6-11 tahun dengan asma.

Strategi GINA tahun 2023 membagi pengobatan untuk orang dewasa dan remaja menjadi dua jalur, dimana masing-masing jalur terdiri dari 5 langkah berdasarkan tingkat keparahan gejala asma. 

Pada jalur 1, obat pereda (pereda) yang paling direkomendasikan adalah kombinasi ICS-formoterol dosis rendah sesuai kebutuhan. 

Pada jalur 2 menggunakan SABA sebagai pereda bersama dengan inhaler pencegah secara terpisah, dan merupakan pendekatan pengobatan alternatif.

Tata laksana asma juga mencakup pengobatan faktor risiko dan penyakit penyerta yang dapat dimodifikasi, pemeriksaan dan koreksi pemenuhan dan teknik penggunaan inhaler, strategi non-farmakologis, dan edukasi tata laksana mandiri.

Semua penderita asma harus memiliki rencana tindakan tertulis, disesuaikan dengan jenis obat dengan mempertimbangkan karakteristik dan preferensi pasien secara individu. 

Rencana tersebut juga harus dievaluasi dan dapat dimodifikasi secara berkala tergantung respon pasien.

Jenis Obat untuk Tata Laksana Asma

Berdasarkan tujuan penggunaannya, obat asma terbagi dalam tiga kategori utama, yakni obat pengontrol (controller), obat pereda (reliever), dan obat tambahan (add on

Berdasarkan jenisnya ada ICS seperti budesonide, SABA seperti salbutamol, LAMA seperti tiotropium, dan LABA seperti salmeterol.

Tabel 2. Tata Laksana Asma Untuk Dewasa dan Remaja (Usia Di Atas 12 Tahun)

                                                

1.Gejala asma tidak sering muncul (kurang dari 2 kali dalam sebulan, tidak ada faktor risiko eksaserbasi selama 12 bulan terakhir)

 Terapi Inisial (Jalur 1)  :  ICS-formoterol dosis rendah 

 Terapi Alternatif (Jalur 2):  ICS diberikan saat menggunakan SABA

2.Gejala asma muncul setiap hari atau jika membutuhkan obat pereda dua kali sebulan atau lebih

Terapi Inisial (Jalur 1) :  ICS-formoterol dosis rendah jika dibutuhkan 

Terapi Alternatif (Jalur 2) :ICS dosis rendah dan ditambahkan dengan SABA

Sebelum memilih opsi ini, pastikan pasien dalam mengkonsumsi ICS saja.

3.Gejala asma timbul kurang dari 4-5 hari/minggu 

 Terapi Inisial (Jalur 1) :    dengan ICS-formoterol dosis rendah dan pemberian terapi pereda (maintenance and relief Therapy/MART) 

Terapi alternatif ( jalur 2 ) :ICS-LABA dosis rendah ditambah SABA

4.Gejala asma berat atau terdapat eksaserbasi akut 

Terapi inisial/Jalur 1 :Pemeliharaan dengan ICS-formoterol dosis medium dan pemberian terapi pereda (MART) 

Terapi alternatif/jalur 2 :ICS-LABA dosis medium hingga dosis tinggi.

ICS plus SABA dapat dipertimbangkan sebagai alternatif lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?