THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

BREATH HOLDING SPELLS

 BREATH HOLDING  SPELLS

Breath-holding spell (BHS) atau episode menahan napas adalah kondisi umum dan tidak berbahaya pada anak-anak, terutama usia 6 bulan hingga 2 tahun, yang menyebabkan anak berhenti bernapas sesaat, bisa karena marah, frustrasi, atau sakitKondisi ini dapat membuat wajah anak membiru (sianotik) atau pucat, dan terkadang disertai hilangnya kesadaran atau kejang ringan, namun akan pulih dalam waktu kurang dari satu menit. 
Gejala BHS:
  • Anak menangis keras dan menahan napasnya atau berhenti bernapas tanpa sadar. 
  • Wajah dan bibir anak bisa membiru (sianotik) karena kurangnya oksigen, atau menjadi pucat (pucat). 
  • Anak mungkin pingsan atau kehilangan kesadaran sementara. 
  • Tubuh bisa menjadi kaku dan ada gerakan seperti kejang. 
Jenis BHS:
  • Sianotik:
    Disebabkan oleh kemarahan atau frustrasi, di mana anak menahan napas hingga wajah membiru. 
  • Pucat:
    Dipicu oleh rasa takut atau sakit tiba-tiba yang menyebabkan saraf vagus menjadi terlalu aktif, menurunkan detak jantung dan aliran darah ke otak, sehingga anak menjadi pucat. 
Penyebab:
BHS merupakan respons refleks terhadap emosi kuat seperti marah, frustrasi, sakit, kaget, atau takut. Pada beberapa kasus, bisa terkait dengan anemia defisiensi zat besi atau faktor genetik. 
Penanganan: 
  • Tetap tenangdan jangan panik.
  • Baringkan anakdi permukaan yang aman seperti lantai atau kasur, hindari mengangkatnya terlalu tinggi.
  • Singkirkan bendatajam atau keras di sekitar anak.
  • Jangan memberikan percikan airatau napas buatan.
  • Alihkan perhatian anakdengan mainan atau hal lain yang disukai saat kondisi sudah normal.
Kapan harus ke dokter: 
  • Jika anak tidak bernapas lebih dari satu menit.
  • Jika wajah anak tetap membiru setelah episode BHS.
  • Jika ada gejala lain yang mengkhawatirkan.
Meskipun menakutkan, BHS umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak, biasanya saat usia 4 hingga 6 tahun. 

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?