THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

HEPATITIS A

 HEPATITIS A

Risiko hepatitis A menjadi hepatitis fulminan meningkat pada pasien dengan penyakit hati kronis (seperti sirosis atau fibrosis hati), gangguan sistem kekebalan tubuh (seperti autoimun atau HIV), atau yang memiliki riwayat penyakit hati sebelumnya. Selain itu, usia tua dan overdosis obat-obatan juga dapat meningkatkan risiko ini.

Berikut penjelasan lebih detailnya:

Penyakit hati kronis:

Pasien dengan sirosis atau fibrosis hati sudah memiliki kerusakan hati yang signifikan. Hepatitis A dapat mempercepat kondisi ini dan memicu hepatitis fulminan.

Gangguan sistem kekebalan tubuh :

Infeksi HIV atau penyakit autoimun dapat mencakup sistem kekebalan tubuh, sehingga lebih rentan terhadap infeksi virus dan komplikasi seperti hepatitis fulminan.

Riwayat penyakit hati:

Riwayat penyakit hati sebelumnya, seperti infeksi hepatitis B atau C, dapat meningkatkan kerentanan terhadap hepatitis fulminan.

Usia tua:

Orang dewasa di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagal jantung, yang dapat menjadi komplikasi hepatitis fulminan.

Overdosis obat-obatan:

Beberapa jenis obat, seperti paracetamol, obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), dan antibiotik, dapat menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi berlebihan, sehingga meningkatkan risiko hepatitis fulminan.

Vaksin hepatitis A dapat diberikan sejak usia 12 bulan atau 1 tahun menurut rekomendasi WHO, dengan dosis kedua diberikan 6-18 bulan setelah dosis pertama. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk orang dewasa yang belum pernah sekalipun sebelumnya.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?