THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

DERMATITIS ATOPIK

 DERMATITIS ATOPIK

Terapi untuk dermatitis atopik (eksim) meliputi perawatan mandiri, pengobatan topikal, dan pengobatan sistemik. Perawatan mandiri seperti penggunaan pembap, menghindari alergen, dan menjaga kebersihan kulit. Pengobatan topikal meliputi kortikosteroid, inhibitor kalsineurin, dan inhibitor PDE4. Untuk kasus yang lebih berat, dapat diberikan terapi imunosupresan, agen biologi, atau fototerapi.

Elaborasi:

1. Perawatan Mandiri:

Pelembap:

Menggunakan pembap secara teratur untuk memperbaiki skin barier kulit yang rusak.

Kebersihan:

Mandi dengan air hangat dan menggunakan sabun yang tidak mengandung pewangi atau pengawet.

Pakaian:

Mengenakan pakaian yang nyaman dan terbuat dari bahan lembut seperti katun atau sutra, hindari wol dan kain sintetis.

Menghindari Alergen:

Mengidentifikasi dan menghindari zat-zat atau benda yang menyebabkan alergi atau iritasi.

2. Pengobatan Topikal :

Kortikosteroid: Obat oles yang membantu mengurangi peradangan dan gatal.

Inhibitor Kalsineurin: Obat oles yang membantu mengurangi peradangan dan gatal, sering digunakan pada anak-anak.

PDE4 Inhibitor: Obat oles yang membantu meredakan peradangan dan gatal, terutama pada kasus yang lebih berat.

3. Sistemik Pengobatan :

Imunosupresan:

Obat yang diberikan untuk meredakan peradangan dan gatal pada kasus yang lebih berat, contohnya siklosporin.

Agen Biologis:

Obat yang menghambat sel-sel imun tertentu yang menyebabkan peradangan, contohnya obat antibodi monoklonal.

Fototerapi:

Terapi dengan menggunakan cahaya ultraviolet untuk meredakan peradangan dan gatal.

Antihistamin:

Obat yang meredakan gatal dan membantu tidur nyenyak di malam hari.

4. Terapi Tambahan:

Psikoterapi: Untuk membantu mengatasi stres dan kecemasan yang dapat meredakan dermatitis atopik.

Terapi Pembalutan: Dengan mengoleskan kortikosteroid dan membalut area yang terkena eksim.

Penting:

Terapi yang tepat untuk dermatitis atopik akan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keparahan gejala pada setiap individu.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan efektif.

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?