THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

FLUOR ALBUS

 FLUOR ALBUS

Pada bakteri vaginosis, karakteristik hasil usap vagina umumnya adalah:

Karakteristik keputihan:

Warna: putih keabuan, tidak pekat.

Konsistensi: encer, homogen.

Bau: bau amis (bau amis) yang kuat.

Pemeriksaan mikroskopis:

Ditemukan sel petunjuk (sel epitel vagina yang menempel pada bakteri).

Leukosit sedikit atau tidak ada.

Ditemukan kokobasil kecil-kecil yang berkelompok.

Tes Whiff (tes aroma):

Positif (bau amis menjadi lebih kuat setelah ditambahkan larutan kalium hidroksida).

pH vagina:

Biasanya lebih dari 4,5 (asam).

Hasil swab vagina ini digunakan untuk membantu mendiagnosis bakteri vaginosis (BV), yaitu kondisi infeksi vagina yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan bakteri tertentu. Selain hasil usap, dokter juga akan mempertimbangkan gejala dan riwayat medis pasien.

Gejala klinis vaginitis sangat bervariasi, namun gejala yang paling sering adalah keluarnya cairan keputihan yang kental dan berbau, rasa gatal, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri saat berhubungan seks. Gejala lain yang mungkin terjadi antara lain kemerahan atau kehitaman di sekitar vagina, bercak darah, dan rasa tidak nyaman di sekitar vagina.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang gejala klinis vaginitis:

Keputihan yang Kental dan Berbau: Cairan keputihan ini bisa berwarna putih atau kuning kehijauan, dan bisa berbau tidak sedap.

Rasa Gatal: Rasa gatal di area vagina dan sekitarnya, seperti vulva dan labia.

Nyeri saat Buang Air Kecil: Anyang-anyangan atau nyeri saat buang air kecil.

Nyeri saat Berhubungan Seks: Dispareunia atau rasa sakit saat berhubungan seks.

Kemerahan atau Kehitaman : Kemerahan, bengkak, atau kehitaman di sekitar vagina.

Bercak Darah: Flek atau pendarahan dari vagina.

Rasa Tidak Nyaman di Sekitar Vagina: Rasa tidak nyaman, terbakar, atau nyeri di sekitar vagina.

Gejala vaginitis bisa berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Beberapa jenis vaginitis, seperti vaginosis bakterialis, bisa menimbulkan bau amis yang kuat. Sementara itu, infeksi jamur (kandidiasis) seringkali ditandai dengan keputihan yang kental dan menyerupai keju atau yogurt.

Penting: Jika Anda mengalami gejala-gejala vaginitis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Terapi Utama Trikomoniasis

Trikomoniasis diterapi dengan obat oral golongan 5-nitroimidazole dengan pilihan utama metronidazole. Metronidazole dapat diberikan 500 mg, dua kali sehari selama 7 hari, atau 2 gr sebagai dosis tunggal

Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?