THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ? Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...
ASYSTOLE
- Get link
- X
- Other Apps
ASYSTOLE
Prognosis untuk asistol buruk.
Secara umum, tingkat kelangsungan hidup serangan jantung rendah, dan tingkat kelangsungan hidup untuk pasien yang ritme awalnya adalah asistol lebih rendah daripada bentuk SCA lainnya.
Menurut laporan tahunan Cardiac Arrest Registry to Enhance Survival (CARES) 2022, 14,5% pasien dengan asistol bertahan hidup hingga masuk rumah sakit, dan 2,3% survive bertahan hidup hingga keluar dari rumah sakit.
Dalam penanganan asistol, epinefrin (adrenalin) adalah obat lini pertama yang diberikan sesegera mungkin. Berikut adalah informasi mengenai pengenceran dan dosisnya:
Konsentrasi Epinefrin yang Digunakan:
- Epinefrin yang digunakan dalam resusitasi jantung paru (RJP) biasanya adalah konsentrasi 1:10.000, yang berarti 1 mg epinefrin dalam 10 mL larutan.
- Terkadang, epinefrin tersedia dalam konsentrasi 1:1.000 (1 mg dalam 1 mL). Jika ini yang tersedia, maka perlu diencerkan dengan larutan salin normal (NaCl 0,9%) hingga mencapai konsentrasi 1:10.000.
Dosis dan Pemberian:
- Dosis epinefrin yang direkomendasikan untuk asistol pada orang dewasa adalah 1 mg (10 mL dari larutan 1:10.000) yang diberikan secara intravena (IV) atau intraosseous (IO).
- Pemberian ini diulang setiap 3-5 menit selama RJP berlangsung.
Pengenceran:
- Jika Anda memiliki epinefrin 1:1.000, Anda perlu mengambil 1 mL epinefrin dan mencampurnya dengan 9 mL larutan salin normal untuk mendapatkan 10 mL larutan 1:10.000.
- Jadi, jika anda memiliki ampul adrenalin 1:1000, maka anda harus mengencerkannya dengan 9cc NaCl 0.9% sehingga menjadi konsentrasi 1:10.000.
Poin Penting:
- Pemberian epinefrin harus dilakukan sesegera mungkin setelah dimulainya RJP.
- RJP berkualitas tinggi adalah komponen penting dari penanganan asistol.
- Selalu ikuti pedoman RJP terbaru dan arahan dari dokter atau tenaga medis profesional.
ASYSTOLE / PEA , ACLS 2025 algoritme
PEA/ASYSTOLE
|
CRP 2 menit
Pasang IV/IO
Adrenalin ASAP & setiap 3 -5 menit
Consider Advance airway
|
CPR 2 menit
Treat reversible causes
- Get link
- X
- Other Apps
Popular posts from this blog
Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR
Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR Total Recordable Frequency Rate atau lebih dikenal sebagai Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) , adalah metrik keselamatan utama yang mengukur jumlah insiden kerja (cedera atau penyakit) per sekian jam kerja, dinormalisasikan agar bisa dibandingkan antar organisasi. 📐 Rumus TRIR / TRIFR Untuk standar OSHA (AS), menggunakan dasar 200.000 jam , yang setara dengan 100 karyawan x 40 jam/minggu x 50 minggu: TRIR = (Jumlah insiden recordable × 200 000 ) ÷ Total jam kerja Dalam konteks industri global (UK, AU, NZ), tarifnya berbasis per 1.000.000 jam : TRIFR = (Jumlah insiden recordable ÷ Total jam kerja) × 1 000 000 ``` Recordable incident mencakup: - Cedera fatal - Lost Time Injury (LTI) - Restricted Work Case (RWC) - Medical Treatment Case (MTC) - Penyakit akibat kerja :contentRefer...
MORBIDITY FREQUENCY RATE / MFR
MORBIDITY FREQUENCY RATE / MFR Tingkat Kekerapan Kesakitan ( Morbidity Frequency Rate – MFR ) adalah indeks efisiensi kesehatan kerja yang digunakan dalam bidang K3, khususnya di lingkungan pertambangan dan ESDM. Berikut detailnya: MFR mengukur frekuensi kejadian sakit karena penyakit (non-kecelakaan) dalam konteks jam kerja, dan biasanya dinyatakan sebagai kasus per 1.000.000 jam kerja . – Rumus resmi menurut Kepdirjen Minerba: MFR = (Jumlah pekerja yang sakit karena penyakit, tidak termasuk kecelakaan / Jumlah jam kerja kumulatif) × 1.000.000 Contoh Perhitungan Misalnya: Jumlah pekerja sakit (non-kecelakaan) selama periode: 5 kasus Total jam kerja di periode itu: 1.200.000 jam Maka: ini MFR = ( 5 / 1.200 . 000 ) × 1.000 . 000 = 4 , 17 kasus per juta jam kerja 👉 Artinya: ada sekitar 4,17 kejadian sakit per juta jam kerja selama periode tersebut. Tujuan & Interpretasi Memantau tren kesehatan kerja secara kuantitatif Membandingkan performa antar un...
SPELL SEVERITY RATE / SSR
SPELL SEVERETY RATE /SSR Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Spell Severity Rate (SSR) dalam konteks K3 Pertambangan & ESDM, berdasarkan Kepdirjen 185 Tahun 2019: 🩺 Definisi & Rumus SSR SSR (Spell Severity Rate) mengukur tingkat keparahan penyakit dengan mempertimbangkan jumlah hari kerja hilang per "spell" (periode sakit) , dinormalisasi terhadap total jam kerja 1.000.000 jam. Rumus SSR : SSR = ( Jumlah hari kerja hilang karena sakit (non-kecelakaan) Jumlah spell ) × 1 000 000 \text{SSR} = \left( \frac{\text{Jumlah hari kerja hilang karena sakit (non-kecelakaan)}}{\text{Jumlah spell}} \right) \times 1\,000\,000 SSR = ( Jumlah spell Jumlah hari kerja hilang karena sakit (non-kecelakaan) ) × 1 000 000 insuranceopedia.com +6 slideshare.net +6 areacalculators.com +6 Spell mengacu pada periode ketidakhadiran karena sakit: Misalnya: satu pekerja sakit selama 10 hari berturu...
Comments
Post a Comment