THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

ASIDOSIS

 ASIDOSIS


Asidosis adalah kondisi di mana terdapat terlalu banyak asam dalam cairan tubuh. 

Kondisi ini merupakan kebalikan dari alkalosis (kondisi di mana terdapat terlalu banyak basa dalam cairan tubuh).

Penyebab

Ginjal dan paru-paru menjaga keseimbangan (tingkat pH yang tepat) zat kimia yang disebut asam dan basa dalam tubuh. 

Asidosis terjadi ketika asam menumpuk atau ketika bikarbonat (basa) hilang. 

Asidosis diklasifikasikan sebagai;

1. asidosis  respiratory/pernapasan 

Asidosis pernapasan terjadi ketika terdapat terlalu banyak karbon dioksida (asam) dalam tubuh. 

Jenis asidosis ini biasanya disebabkan ketika tubuh tidak mampu mengeluarkan cukup karbon dioksida melalui pernapasan. 

Nama lain untuk asidosis pernapasan adalah asidosis hiperkapnia dan asidosis karbon dioksida. Penyebab asidosis respiratorik meliputi:

-Kelainan bentuk dada, seperti kifosis

-Cedera dada

-Kelemahan otot dada

-Penyakit paru-paru jangka panjang (kronis)

-Gangguan neuromuskular, seperti miastenia gravis, sklerosis lateral amiotrofik, atau distrofi otot

-Penyalahgunaan obat penenang secara berlebihan, yang menyebabkan pernapasan menurun

-Penyakit paru-paru akut, seperti pneumonia berat atau sindrom gangguan pernapasan akut yang terkait dengan penyakit medis berat

2.Asidosis metabolik 

berkembang ketika terlalu banyak asam yang diproduksi dalam tubuh. 

Kondisi ini juga dapat terjadi ketika ginjal tidak dapat mengeluarkan cukup asam dari tubuh. Ada beberapa jenis asidosis metabolik:

-Asidosis diabetik (juga disebut ketoasidosis diabetik dan KAD) berkembang ketika zat yang disebut badan keton (yang bersifat asam) menumpuk selama diabetes yang tidak terkontrol (biasanya diabetes tipe 1).

-Asidosis hiperkloremik disebabkan oleh hilangnya terlalu banyak natrium bikarbonat dari tubuh, yang dapat terjadi dengan diare berat.

-Penyakit ginjal (uremia, asidosis tubulus ginjal distal atau asidosis tubulus ginjal proksimal).

-Asidosis laktat.

-Keracunan akibat aspirin, etilen glikol (ditemukan dalam antibeku), atau metanol.

-Dehidrasi parah.

Asidosis laktat adalah penumpukan asam laktat. 

Asam laktat terutama diproduksi dalam sel otot dan sel darah merah. 

Asam ini terbentuk ketika tubuh memecah karbohidrat untuk digunakan sebagai energi ketika kadar oksigen rendah. 

Hal ini dapat disebabkan oleh:

Kanker

Keracunan karbon monoksida

Minum terlalu banyak alkohol

Olahraga berat dalam jangka waktu yang sangat lama

Gagal hati

Gula darah rendah (hipoglikemia)

Obat-obatan, seperti salisilat, metformin, antiretroviral

MELAS (kelainan mitokondria genetik yang sangat langka yang memengaruhi produksi energi)

Kekurangan oksigen dalam jangka waktu lama akibat syok, gagal jantung, atau anemia berat

Kejang

Sepsis -- penyakit berat akibat infeksi bakteri atau kuman lainnya

Asma berat

Asidosis terkompensasi terjadi ketika tubuh mengembalikan keseimbangan asam-basa mendekati normal dalam kasus asidosis, tetapi kadar bikarbonat dan karbon dioksida tetap tidak normal.


Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?