Posts

Showing posts from July, 2025

THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

worker participation & consultation ISO 45001

 Worker participation & consultation ISO 45001 To ensure and document worker participation & consultation, an organization must: 1. ✅ Have Clear Procedures A documented process or SOP for how workers are consulted and how they can participate in OH&S matters. This includes full-time staff, contract workers, and sometimes subcontractors. 2. 🗣️ Involve Workers In: Hazard identification and risk assessment Development of OH&S policies and objectives Incident investigation and corrective actions Internal audits and inspections Emergency preparedness planning 3. 🧾 Maintain Evidence/Documentation Such As: Meeting minutes (e.g., Safety Committee meetings) Training records and attendance sheets Feedback forms, surveys, or suggestion boxes Signed consultation acknowledgments Incident reports that show worker involvement Internal communication records (e.g., memos, posters) 4. 👥 Safety Committees or Worker Representatives ...

EXPECTATION AND NEED OF WORKER ISO 45001

 EXPECTATION AND NEED OF WORKER ISO 45001 Dalam ISO 45001, "needs and expectations of workers" (kebutuhan dan harapan pekerja) adalah bagian penting dari Pasal 4.2: Memahami kebutuhan dan harapan pekerja serta pihak berkepentingan lainnya. Organisasi wajib memahami apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh pekerja untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dapat dilindungi dan ditingkatkan. ✅ Contoh Needs and Expectations of Workers (Kebutuhan dan Harapan Pekerja): 🛡️ Kesehatan dan Keselamatan Lingkungan kerja yang aman dan sehat Peralatan kerja yang sesuai dan layak pakai Tindakan pencegahan terhadap cedera dan penyakit akibat kerja Akses ke fasilitas medis dan P3K 🎓 Kompetensi dan Pelatihan Pelatihan K3 yang rutin dan memadai Pemahaman tentang prosedur tanggap darurat Informasi tentang risiko di tempat kerja 🗣️ Keterlibatan dan Konsultasi Hak untuk dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait K3 Mekanisme untuk menyampaikan...

SCOPE OHS MANAGEMENTS SYSTEM ISO 45001

 SCOPE OHS MANAGEMENTS SYSTEM ISO 45001 SCOPE of OHS Management System (Ruang Lingkup Sistem Manajemen K3) – ISO 45001 Dalam ISO 45001, “scope” adalah pernyataan resmi tentang sejauh mana Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) diberlakukan dalam organisasi. 📘 Persyaratan ISO 45001 Terkait Scope (Pasal 4.3): Organisasi harus menetapkan ruang lingkup sistem manajemen K3 dengan mempertimbangkan: Isu internal dan eksternal Kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan Aktivitas, produk, layanan, dan lokasi kerja 📌 Isi Scope yang Baik: Ruang lingkup harus menyebut: Jenis organisasi dan apa yang dilakukan Lokasi fisik yang dicakup Fungsi dan aktivitas yang relevan Pihak yang bekerja di bawah kendali organisasi (termasuk subkontraktor jika berlaku)

EXTERNAL ISSUE ISO 45001

 EXTERNAL ISSUE ISO 45001 Dalam konteks ISO 45001 , "external issue" (isu eksternal) adalah faktor-faktor di luar organisasi yang dapat mempengaruhi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) , baik secara langsung maupun tidak langsung. ✅ Contoh Isu Eksternal: 🌍 Lingkungan Sosial & Politik Perubahan regulasi atau hukum K3 dari pemerintah Tekanan dari serikat pekerja atau LSM Kebijakan pemerintah tentang lingkungan atau ketenagakerjaan 💼 Ekonomi & Industri Kondisi ekonomi nasional/global (misalnya krisis ekonomi) Persaingan industri yang menuntut efisiensi tinggi, kadang mengorbankan K3 Permintaan klien untuk standar K3 yang lebih tinggi (audit supplier, dsb) 🧪 Teknologi Perkembangan teknologi baru yang mengubah proses kerja Ancaman cyber untuk sistem keselamatan terintegrasi digital Kebutuhan pelatihan baru karena peralatan baru 🌦️ Lingkungan Alam Risiko bencana alam (banjir, gempa, kebakaran hutan) Perub...

INTERNAL ISSUE ISO 45001

 INTERNAL ISSUE ISO 45001 Dalam konteks ISO 45001, "internal issue" (isu internal) berarti hal-hal di dalam organisasi yang dapat mempengaruhi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) , baik secara positif maupun negatif. ✅ Contoh Isu Internal: Struktur organisasi – bagaimana tanggung jawab dan wewenang dibagi. Budaya kerja – apakah ada budaya keselamatan kerja yang kuat atau tidak. Kapasitas SDM – cukup atau tidaknya tenaga kerja yang kompeten. Ketersediaan sumber daya – peralatan, teknologi, dan fasilitas. Proses internal – misalnya prosedur kerja yang tidak efektif. Perilaku karyawan – kepatuhan terhadap prosedur K3. Kebijakan internal – aturan dan standar yang diberlakukan organisasi. 🎯 Mengapa Isu Internal Penting? ISO 45001 menekankan bahwa organisasi harus memahami isu-isu ini agar bisa: Mengelola risiko dan peluang dengan baik Meningkatkan keselamatan kerja Menyesuaikan sistem manajemen dengan kondisi nyata o...

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

  Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR Total Recordable Frequency Rate atau lebih dikenal sebagai Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) , adalah metrik keselamatan utama yang mengukur jumlah insiden kerja (cedera atau penyakit) per sekian jam kerja, dinormalisasikan agar bisa dibandingkan antar organisasi. 📐 Rumus TRIR / TRIFR Untuk standar OSHA (AS), menggunakan dasar 200.000 jam , yang setara dengan 100 karyawan x 40 jam/minggu x 50 minggu: TRIR = (Jumlah insiden recordable × 200   000 ) ÷ Total jam kerja Dalam konteks industri global (UK, AU, NZ), tarifnya berbasis per 1.000.000 jam : TRIFR = (Jumlah insiden recordable ÷ Total jam kerja) × 1   000   000 ``` Recordable incident mencakup: - Cedera fatal - Lost Time Injury (LTI) - Restricted Work Case (RWC) - Medical Treatment Case (MTC) - Penyakit akibat kerja :contentRefer...

Serious Potential Incident Frequency Rate (SIFR )

 Serious Potential Incident Frequency Rate (SIFR)  Definisi & Rumus SIFR SIFR (Kadang disebut Serious Incident Frequency Rate ) mengukur jumlah insiden serius atau potensial serius yang terjadi per total satuan jam kerja. Rumus umum: SIFR = ( Jumlah insiden serius atau potensial serius Jumlah jam kerja manusia ) × 1.000.000 \text{SIFR} = \left( \frac{\text{Jumlah insiden serius atau potensial serius}}{\text{Jumlah jam kerja manusia}} \right) \times 1.000.000 SIFR = ( Jumlah jam kerja manusia Jumlah insiden serius atau potensial serius ​ ) × 1.000.000 (dinyatakan sebagai insiden per 1 juta jam kerja) fluix.io +5 sitemate.com +5 docs.oracle.com +5 id.scribd.com +1 fluix.io +1 ⚠️ Apa yang Termasuk "Serious / Potential Serious Incident"? Menurut referensi sumber KPI HSE, insiden serius mencakup: Cidera berat (fracture, amputation, pingsan, dsb.) Fatality Near-miss yang me...

ABSENCE SEVERETY RATE / ASR

Image
 ABSENCE  SEVERITY RATE / ASR Berikut penjelasan lengkap mengenai Absence Severity Rate (ASR) – tingkat keparahan penyakit berdasarkan absensi – dalam konteks K3 pertambangan sesuai Kepdirjen Minerba No. 185 Tahun 2019: 📐 1. Definisi & Rumus ASR ASR mengukur total hari kerja hilang karena penyakit (non-kecelakaan) per 1.000.000 jam kerja : ini Salin Edit ASR = (Jumlah hari kerja hilang karena sakit ÷ Total jam kerja kumulatif) × 1.000 . 000 Jumlah hari kerja hilang : total hari tidak masuk akibat sakit non-kecelakaan. Total jam kerja kumulatif : seluruh jam kerja semua pekerja selama periode. researchgate.net +10 kesehatankerja123.blogspot.com +10 slideshare.net +10 🧮 2. Cara Hitung — Contoh Misalnya: Total jam kerja = 2.000.000 jam Total hari kerja hilang karena sakit = 400 hari Maka: ini Salin Edit ASR = ( 400 ÷ 2.000 . 000 ) × 1.000 . 000 = 200 hari hilang per 1 juta jam kerja 📊 3. Nilai Normal / Benchmark ASR Berdasarkan rubrik...