THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS

 KOMPLIKASI  DIABETES MELLITUS

Komplikasi jangka panjang diabetes berkembang secara bertahap. 

Semakin lama Anda menderita diabetes dan semakin tidak terkontrolnya kadar gula darah Anda  semakin tinggi risiko komplikasi. 

Pada akhirnya, komplikasi diabetes dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan mengancam jiwa. Bahkan, pradiabetes dapat menyebabkan diabetes tipe 2. 

Kemungkinan komplikasi meliputi:

1. Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)

Diabetes sangat meningkatkan risiko berbagai masalah jantung. 

Ini dapat mencakup penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, dan penyempitan arteri (aterosklerosis). 

Jika Anda menderita diabetes, Anda lebih mungkin menderita penyakit jantung atau stroke.

2. Kerusakan saraf akibat diabetes (neuropati diabetik)

Terlalu banyak gula dapat melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf, terutama di kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, atau nyeri yang biasanya dimulai di ujung jari kaki atau tangan dan secara bertahap menyebar ke atas.

Kerusakan saraf yang berhubungan dengan pencernaan dapat menyebabkan masalah mual, muntah, diare, atau sembelit. 

Bagi pria, hal ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

3. Kerusakan ginjal akibat diabetes (nefropati diabetik)

Ginjal memiliki jutaan gugusan pembuluh darah kecil (glomeruli) yang menyaring limbah dari darah. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan yang rumit ini.

4. Kerusakan mata akibat diabetes (retinopati diabetik)

Diabetes dapat merusak pembuluh darah mata. 

Hal ini dapat menyebabkan kebutaan.

5. Kondisi kulit dan mulut. 

Diabetes dapat membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur.

6. Gangguan pendengaran. 

Masalah pendengaran lebih umum terjadi pada penderita diabetes.

7. Penyakit Alzheimer. 

Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko demensia, seperti penyakit Alzheimer.

8. Depresi terkait diabetes. 

Gejala depresi umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Comments

Popular posts from this blog

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

MORBIDITY FREQUENCY RATE / MFR

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT