THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

STAPHYLOCOCCUS AUREUS

 STAPHYLLOCOCCUS  AUREUS

Staphylococcus aureus terdapat di hidung (biasanya sementara) pada sekitar 30% orang dewasa yang sehat dan pada kulit sekitar 20%. 

Persentasenya lebih tinggi pada orang yang merupakan pasien di rumah sakit atau yang bekerja di sana.

Infeksi stafilokokus, yang biasa disebut infeksi staph, disebabkan oleh genus bakteri yang disebut Staphylococcus. 

Ada lebih dari 30 jenis bakteri Staphylococcus. 

Patogen manusia yang paling umum adalah Staphylococcus aureus. 

Patogen adalah organisme yang menyebabkan penyakit.

Bahkan jika Anda sehat, bakteri Staphylococcus biasanya hidup di hidung atau kulit Anda.

Jika bakteri masuk ke dalam tubuh Anda, mereka dapat menimbulkan masalah.

Apa saja tanda dan gejala infeksi staph dalam tubuh?

Ketika infeksi staph terjadi di area tubuh selain kulit, infeksi ini menyebabkan kondisi tertentu dengan gejala yang berbeda-beda.

 Kondisi dan gejalanya meliputi:”

1. Keracunan makanan: Gejalanya bisa parah dan meliputi muntah dan diare.

2. Mastitis: Umumnya terjadi pada ibu menyusui, mastitis menyebabkan peradangan, nyeri, dan abses.

3. Septisemia: Bakteri staph dalam aliran darah dapat menyebabkan keracunan darah, yang juga disebut sepsis. Gejalanya meliputi demam dan tekanan darah rendah yang berbahaya (hipotensi).

4. Sindrom syok toksik: Bentuk septikemia yang parah, gejala sindrom syok toksik (TSS) meliputi demam, nyeri otot, dan ruam yang tampak seperti terbakar matahari.

5. Endokarditis: Infeksi pada lapisan otot jantung ini sering kali disebabkan oleh infeksi staph. Katup jantung dan otot jantung Anda juga dapat terpengaruh. Gejalanya meliputi demam, berkeringat, penurunan berat badan, dan detak jantung cepat.



Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?