THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

THERAPY DERMATITIS ALLERGY

 THERAPY DERMATITIS ALLERGY


1. Kompres dengan kain basah dan dingin. 

Tempelkan kain basah dan dingin di atas ruam selama 15 hingga 30 menit beberapa kali sehari.

2. Lindungi kulit Anda. 

Hindari menggaruk. 

Potong kuku Anda. 

Jika Anda tidak dapat menahan diri untuk tidak menggaruk area yang gatal, tutupi dengan perban. 

Selama kulit Anda dalam masa penyembuhan, hindari sinar matahari atau gunakan tindakan perlindungan matahari lainnya.

3. Rendamlah dalam air dingin yang menenangkan. 

Rendam bagian yang terkena dalam air dingin selama 20 menit. 

Taburkan air tersebut dengan produk mandi berbahan dasar oatmeal (Aveeno).

4. Lesi dermatitis kontak alergi akut yang terlokalisasi berhasil diobati dengan steroid topikal dengan potensi sedang atau tinggi, seperti triamsinolon 0,1% (Kenalog, Aristocort) atau klobetasol 0,05% (Temovate). 

Pada area dengan kulit yang lebih tipis (misalnya, permukaan fleksural, kelopak mata, wajah, daerah anogenital), steroid dengan potensi yang lebih rendah, seperti salep desonida (Desowen), dapat membantu dan meminimalkan risiko atrofi kulit.

5. Jika dermatitis kontak alergi melibatkan area kulit yang luas (lebih dari 20 persen), terapi steroid sistemik sering diperlukan dan memberikan pertolongan dalam waktu 12 hingga 24 jam.

 Direkomendasikan pemberian prednison selama lima hingga tujuh hari, 0,5 hingga 1 mg per kg setiap hari.

6. Jika pasien merasa nyaman setelah terapi awal ini, dosis dapat dikurangi 50 persen untuk lima hingga tujuh hari berikutnya.

Cara Menggunakan wrap wet /  Balutan Basah  :

Untuk mencoba terapi balutan basah, ikuti langkah-langkah berikut:

Rendam kulit yang teriritasi atau mandi selama sekitar 10 menit dalam air hangat.

Tepuk-tepuk tubuh hingga kering.

Oleskan salep atau krim.

Tutupi kulit dengan balutan basah.

Balut dengan lapisan kering di atasnya.

Wrap wet mungkin beberapa jam atau semalam.


Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?