THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

RANTAI KELANGSUNGAN HIDUP DILUAR RS

 RANTAI KELANGSUNGAN HIDUP DILUAR RS

Rantai kelangsungan hidup di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) adalah serangkaian tindakan yang harus dilakukan segera setelah seseorang mengalami henti jantung di luar lingkungan rumah sakitLangkah-langkah ini, yang meliputi pengenalan dini, panggilan bantuan, resusitasi jantung paru (RJP), defibrilasi, dan bantuan hidup lanjutan, bertujuan untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup. 
Rantai Kelangsungan Hidup di Luar Rumah Sakit (OHCA):

  1. 1. Pengenalan Dini dan Panggilan Bantuan (Early Access):
    • Segera mengenali tanda-tanda henti jantung, seperti tidak sadar, tidak bernapas, atau tidak ada denyut nadi. 
    • Panggil bantuan darurat (ambulans, layanan gawat darurat) segera. 
    • Informasikan lokasi kejadian dengan jelas. 
  2. 2. Resusitasi Jantung Paru (RJP) Segera (Early CPR):
    • Lakukan RJP jika korban tidak sadar dan tidak bernapas. 
    • Tekanan dada yang tepat, minimal 2 inci (5-6 cm). 
    • Perbandingkan kompresi dada dengan bantuan napas 30:2. 
  3. 3. Defibrilasi Segera (Early Defibrillation):
    • Gunakan defibrilator eksternal otomatis (AED) jika tersedia dan terlatih menggunakannya. 
    • Defibrilasi membantu mengembalikan detak jantung normal. 
  4. 4. Bantuan Hidup Lanjutan (Early Advanced Cardiovascular Life Support):
    • Penyedia layanan medis darurat yang terlatih akan melanjutkan perawatan dan pengobatan di tempat kejadian. 
  5. 5. Perawatan Pasca Henti Jantung (Post Cardiac-Arrest Care):
    • Pasien yang selamat dari henti jantung membutuhkan perawatan lanjutan di rumah sakit untuk mengatasi komplikasi dan membantu pemulihan. 
  6. 6. Pemulihan (Recovery):
    • Pasien yang selamat dari henti jantung dapat mengalami masalah neurologis, psikologis, dan sosial. Dukungan dan perawatan yang berkelanjutan sangat penting untuk pemulihan. 
    Kisaran penurunan keberhasilan defib tiap menit : 10 menit
Defibrilasi dalam waktu 3-5 menit setelah pingsan dapat menghasilkan tingkat kelangsungan hidup hingga 50-70%

Jika defibrilator tersedia di ruang publik (PAD), penggunaan defibrilator dalam menit pertama setelah pingsan dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hingga 90%,


Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?