THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT

 THERAPY PRE EKLAMSIA BERAT Apa Itu Pre Eklamsia Berat ( PEB ) ?   Preeklampsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi dan protein pada urine tanpa disertai kejang, sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjutan dari preeklampsia yang ditandai dengan terjadinya kejang pada ibu hamil. Preeklampsia adalah gangguan kehamilan berupa tekanan darah tinggi yang disertai dengan meningkatnya kadar protein dalam urine ( proteinuria) atau gangguan fungsi hati . Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Sementara Peb atau preeklampsia berat adalah masalah kehamilan yang lebih parah Preeklamsia umumnya terjadi pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Jika tidak terdeteksi sejak dini, maka membuatnya semakin sulit untuk dikendalikan. Terdapat dua jenis preeklamsia yaitu, preeklamsia berat dan ringan yang harus ibu hamil ketahui. PRE EKLAMSIA RINGAN Preeklampsia ringan umumnya ditandai dengan kehamilan berus...

MPOX

 MPOX


Mpox (sebelumnya dikenal dengan monkeypox) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Pada asalnya, penyakit ini adalah penyakit zoonosis, yang berarti ditularkan dari hewan ke manusia.

Pada tanggal 28 November 2022, WHO telah mengumumkan perubahan nama penyakit yang semula Monkeypox menjadi mpox. 

Perubahan tersebut disebabkan untuk menghindari rasisme dan stigmasisasi.

VARIANT

Mpox memiliki beberapa clade (varian) yang telah teridentifikasi dan dapat menimbulkan wabah yaitu

 clade Ia, clade Ib, 

clade IIb. 

Clade Ia dan Ib memiliki manifestasi klinis yang lebih berat bila dibandingkan dengan clade II. 

Namun demikian, mode transmisi untuk clade Ib dan IIb, sebagian besar terjadi melalui kontak seksual

 Berbeda dengan clade Ia, sebagian besar penularan terjadi disebabkan zoonosis.

GEJALA

-Gejala biasanya berlangsung antara 2-4 minggu dan biasanya sembuh sendiri.

-Sementara beberapa orang memiliki gejala ringan, yang lain mungkin mengalami gejala lebih berat dan memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan. 

-Mereka berisiko lebih tinggi untuk penyakit yang lebih parah atau komplikasi termasuk orang-orang yang sedang hamil, anak-anak dan orang-orang dengan penyakit kekebalan tubuh.

-Gejala mpox biasanya demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

-Ruam biasanya dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. 

-Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengaduk atau keropeng lalu rontok. 

-Jumlah lesi pada satu orang dapat berkisar dari beberapa saja hingga ribuan. 

-Ruam cenderung muncul di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. 

-Ruam juga dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata. 

-Ruam mpox terkadang disalahartikan sebagai sifilis atau herpes.



Comments

Popular posts from this blog

CARA MENGHITUNG STOCK OBAT

Total Recordable Incident Rate (TRIR) atau Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR

Apa Arti IgG dan IgM Tifoid Positif dalam Tes?